Software Pentest untuk menguji keamanan Jaringan dan sistem - Distributor & Reseller resmi software original, jual harga murah di Jakarta & melayani se-Indonesia

Shopping cart

Software Pentest untuk menguji keamanan Jaringan dan sistem

Software pentest (penetration testing) adalah sebuah proses yang digunakan untuk menguji keamanan jaringan atau sistem dengan mengeksploitasi celah keamanan yang ditemukan. Ada berbagai macam software pentest yang digunakan oleh profesional keamanan jaringan, beberapa diantaranya adalah:

  1. Nessus: Software commercial yang digunakan untuk melakukan pemindaian jaringan dan menemukan celah keamanan. Nessus menyediakan berbagai macam fitur seperti pemindaian otomatis, laporan detil, dan integrasi dengan Metasploit.
  2. Core Impact: Software commercial yang digunakan untuk melakukan eksploitasi sistem dan aplikasi. Core Impact memiliki modul yang komprehensif dan dapat digunakan untuk mengeksploitasi berbagai jenis celah keamanan.
  3. Burp Suite: Software commercial yang digunakan untuk menganalisis lalu lintas web dan menemukan celah keamanan. Burp Suite menyediakan fitur seperti intercepting proxy, spidering, dan automated scanning.
  4. Acunetix: Software commercial yang digunakan untuk melakukan pemindaian web dan menemukan celah keamanan. Acunetix menyediakan fitur seperti spidering, automated scanning, dan integrasi dengan Metasploit.
  5. NetSparker: Software commercial yang digunakan untuk melakukan pemindaian web dan menemukan celah keamanan. NetSparker menyediakan fitur seperti automated scanning, spidering, dan laporan detil.

Kelebihan dari software pentest commercial adalah memiliki dukungan dan pembaruan yang lebih terjamin dibandingkan software opensource. Selain itu, software tersebut biasanya juga memiliki fitur yang lebih komprehensif dan dapat diandalkan untuk melakukan uji penetrasi. Hal ini akan membantu dalam meningkatkan keamanan jaringan dan mencegah serangan yang tidak diinginkan. Selain itu, software pentest juga dapat digunakan untuk melakukan uji penetrasi secara internal maupun eksternal, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang keamanan jaringan atau sistem.